DOSEN PBA UMM JELAJAHI, EKSPLORASI, DAN TAKLUKKAN MUNASBA DI JAKARTA

PBA UMM News– Eksplorasi tak hanya sebatas dalam kampus, tak ayal luar kampus pun turut menjadi lahan eksplorasi diri. Hal ini sepadan dengan apa yang telah dilakukan para dosen program studi Pendidikan Bahasa Arab –  Fakultas Agama Islam – Universitas Muhammadiyah Malang. Pasalnya para dosen ikut serta dalam kegiatan Multaqa Nasional Bahasa Arab (MUNASBA 1) di Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta pada tanggal 17-18 Desember 2018. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Arifin Panigoro lantai 3 UAI. Adapun dosen PBA FAI-UMM yang ikut serta dalam kegiatan tersebut adalah Ahmad Fatoni, Lc., M.Ag., Moh. Fery Fauzi, S.Pd., M.Pd.I., dan Anisatu Thoyyibah, S.Hum., M.Hum. Tidak hanya seminar nasional yang disuguhkan akan tetapi juga presentasi paper dari para pemerhati, peneliti, dosen, guru, dan semua kalangan yang berkecimpung di dunia Kebahasaaraban turut mempresentasikan paper bagi para penulis terpilih. Materi seminar dan paper tidak hanya berkutat dengan pendidikan dan linguistik semata, melainkan juga tentang pengajaran, metode, media, dan evaluasi pembelajaran dengan berbasis IT, sepadan dengan tema yang diusung oleh pihak penyelenggara yaitu Inovasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab untuk Generasi Milenial dalam Memasuki Era Industri 4.0 di Indonesia. Bahkan 2 dosen dari PBA FAI-UMM di dapuk menjadi penulis paper terbaik, 2 paper dari 6 naskah paper yang terpilih dan untuk selanjutnya dimuat di jurnal terakreditasi nasional atas nama Moh. Fery Fauzi, S.Pd., M.Pd.I., dan Anisatu Thoyyibah, S.Hum., M.Hum.“Senang, bersyukur, dan alhamdulillah karena tidak menyangka dari sekian banyak artikel pemakalah yang terpilih dalam prosiding MUNASBA, juga turut terpilih masuk dalam jurnal Terakreditasi Nasional. Ini qodarullah bisa menyebarkan tulisan yang sudah ditulis untuk khalayak akademisi dan umum”, ulas Fery sapaan akrabnya. [ATy]

PRODI PBA UMM ADAKAN PELATIHAN PENULISAN TUGAS AKHIR BAGI MAHASISWA SEMESTER AKHIR

PBA UMM News– Pada 8 Desember 2018, Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) – Fakultas Agama Islam – Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan Pelatihan Penulisan Tugas Akhir untuk mahasiswa PBA. Acara pelatihan ini, terbagi menjadi tiga sesi acara. Sesi pertama, paparan tentang jenis Penelitian Kualitatif yang disampaikan oleh Dr. Khozin, M.Si, Kepala UPT. P2KK UMM. Sesi kedua paparan tentang jenis Penelitian Kuantitatif yang disampaikan oleh Drs. Agus Purwadi, M.Si Wakil Dekan I Fakultas Agama Islam (FAI). Sesi ketiga, Penguatan Materi Kebahasaaraban yang disampaikan oleh beberapa dosen PBA yaitu Ahmad Fatoni, Lc., M.Ag. (Peningkatan Kualitas Terjemah Teks Arab), Mochammad Firdaus, B.Ed., M.Ed. (Penguatan Nahwu), Anisatu Thoyyibah, S.Hum., M.Hum. (Keterampilan Mengetik Teks Arab dan Transliterasinya), dan Moh. Fery Fauzi, S.Pd., M.Pd.I (Penerapan Evaluasi Pembelajaran Berbasis TIK/ ICT). Selain materi yang disampaikan, mahasiswa juga dibekali buku Panduan Tugas Akhir PBA yang menjadi standar penulisan tugas akhir. Secara garis besar, jenis penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menjelaskan tentang bobot atau kualitas suatu objek. Khozin menyampaikan ada empat langkah dalam penelitian kualitatif. Pertama, menemukan masalah yang biasanya didasari pertanyaan mengapa atau bagaimana. Masalah adalah kesenjangan antara realita dengan idealita. Pada tahap ini, ia juga menyarankan agar mahasiswa tidak mencari judul terlebih dahulu, namun mencari masalah yang terjadi pada objek penelitian. Jika tidak, maka seorang mahasiswa yang mengajukan judul akan sulit menjawab permasalahan apa yang melatari judulnya. Kedua, menjelaskan kerangka teori atau juga sering dikenal landasan teori. Ketiga, menentukan metode penilitian seperti studi kasus, etnografi, penelitian tindakan kelas (PTK), dan lain-lain. Keempat, adalah melaporkan penelitian atau verivikasi, yakni dengan membuktikan tawaran empiris di BAB I melalui data lapangan yang sudah dikumpulkan. Adapun jenis penelitian kuantitatif, Agus Purwadi memaparkan alur yang dimulai dari observasi awal, rumusan masalah, kerangka teoritik, rumusan hipotesis, pengumpulan data (populasi dan sampel), analisis data, interpretasi hasil analisa, dan laporan hasil. “Saya rasa kuantitatif ini sangat mudah dan cepat, bila ingin konsultasi lebih dalam silahkan temui saya, meski saya bukan pembimbing skripsi Anda”, paparnya. Setelah pelatihan ini, mahasiswa diharapkan memahami dua macam penelitian; kualitatif dan kuantitatif, sehingga mahasiswa mampu memilih jenis penelitan untuk tugas akhirnya. [TR & ATy]

MAHASISWA PBA UMM IKUTI RAKORNAS IMASASI DI BANDUNG

PBA UMM News – Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (IMASASI) adalah organisasi mahasiswa studi arab tingkat nasional yang merupakan segmen integral dari elemen lembaga-lembaga kemahasiswaan studi arab. Organisasi ini merupakan sarana bagi mahasiswa studi Arab yang membutuhkan lembaga profesi untuk meningkatkan kompetensi profesionalisme dan pedagogik, dan menciptakan peningkatan pembelajaran bahasa Arab.Fungsi sebagai wadah untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler di tingkat perguruan tinggi yang bersifat keilmuan bahasa dan budaya Arab serta pengabdian kepada masyarakat.Seiring waktu, Imasasi melebarkan sayap nya hingga dapat mencakup semua wilayah di indonesia yg terbagi menjadi 10 wilayah dengan Rincian : Wilayah 1 : mencakup Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) , Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau Wilayah 2 : Mencakup Wilayah Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung. Wilayah 3 : Mencakup Wilayah JABODETABEK. Wilayah 4 : Mencakup Wilayah Serang, Pandeglang, Lebak, dan sekitarnya. wilayah 5 :Mencakup Wilayah Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Sukabumi dan sekitarnya. Wilayah 6 :Mencakup Wilayah Provinsi Jawa Tengah. Wilayah 7 :Mencakup Wilayah Provinsi D I Yogyakarta. Wilayah 8 : Mencakup Wilayah Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya. Wilayah 9 : Mencakup Pulau Sulawesi, Pulau Irian Jaya dan sekitarnya. Wilayah 10 : Mencakup Wilayah Pulau Kalimantan dan sekitarnya. Pada bulan November kemaren Imasasi mengdakan sebuah acara sejenis seperti yang diselenggarakan Ithla’. Apa saja kegiatan berlangsung ketika acara itu? Dimanakah acara itu? Berikut adalah hasil dari wawancara dengan peserta acara tersebut. Kegiatan apa yang di ikuti saat minggu kemaren? Dan bertema Apa ?              Rakornas sekaligus Konferensi Mahasiswa Bahasa arab se-Indonesia. Jadi kegiatanya itu diselenggarakan langsung sama Mahasiswa IMASASI Himasa Unpad. Temanya membangun literasi dengan budaya arab.   Kapan kegiatan tersebut berlangsung? Berhari-hari atau tidak? Jika iyaa dari hari apa sampai apa?              Berlangsung selama 2 Hari. Sabtu dan Minggu tepatnya 24-25 november 2018.   Berjumlah berapa kira-kira pesertanya? Dan siapa saja yang ikut di dalamnya?              Pesertanya sekitar 200 orang. Yang ada di hari sabtu ketika Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) yg mana sebagai media kepengurusan Imasasi yang telah terbagi menjadi sepuluh wilayah itu untuk berkoordinasi guna melaporkan proker-prokernya IMASASI per wilayah. Kalau hari minggu nya terbuka untuk umum. Tidak terbatas dalam artian ini. Karna hari minggunya Konferensi Bahasa Arab jadi disitu ada Mahasiswa Bahasa Arab itu sendiri dan ada juga yang Non kebahasa araban. Karna disitu juga diperlombakan essay berbahasa arab.   Di mana kegiatan tersebut berlangsung? Tepatnya lokasi nya.              Di Universitas Padjajaran Bandung, tepatnya di gedung sastra jerman nya UNPAD.   Bagaimana kegiatan tersebut berlangsung? Dan bagaimana ketika pembukaan dan penutupannya.?              Pembukaan di buka sama Rakornas oleh anggota Imasasi itu sendiri. Penutupannya pun ditutup di Konferensi Nasional.   Apa kesan anda mengikuti kegiatan tersebut.? Apa yang menurut Anda menarik dengan kegitan tersebut. ?             Kesan nya menarik sekali soalnya Konferensi Nasional. Kapan lagi kita ikut konderensi yang nasional. Apalagi Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia. Karena kita juga bisa bertemu teman-teman dari sabang sampai merauke yang dari mereka itu entah dari jurusan bahasa dan sastra arab atau pendidikan bahasa arab atau jurusan yang tidak  berkenaan dengan arab itu sendiri.   Apa yang anda dapatkan dari kegiatan tersebut.?         Yang bisa didapat tentunya banyak lah. Pengalaman, bertukar pengalaman dan belajar memanajemen organisasi, karna bagaimanapun perkumpulan ketua2 dan wakilnya dari IMASASI. Yang mana IMASASI itu sendiri terbagi menjadi 10 wilayah yang kebetulan juga bukan wilayah yg berdekatan.   Apa kurang lebihnya dari kegitan tersebut? Kurang lebihnya dari acaranya itu mungkin sam saja dengan acara2 pada umumnya. Seperti masaalh ketepatan waktu dan kurang siapnya dari panitia. Lebihnya tentuny banyak sekali. Krn kita bisa bertemu temen2 dari UNPAD itu sendiri yg cuma biasanya kita lihat UNPAD itu Sangat bagus sekali kampusnya. [Fitry]