PBA UMM News – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meneguhkan kiprahnya di kancah internasional melalui penyelenggaraan ملتقى اللغة العربية لطلبة العالم – Arabic Language Forum for International Students (1st ALFIS) 2025 dengan tema “اللغة العربية وآفاقها – Arabic and Its Future Breakthroughs.”

Kegiatan prestisius ini digelar pada Selasa, 25 November 2025 secara daring melalui Zoom Meeting yang dimulai pada pukul 08.00 WIB. Serta menghadirkan antusiasme besar dari peserta lintas negara serta berbagai level akademik mulai dari mahasiswa sarjana (S1), magister (S2), dan doktoral (S3). Pada ALFIS perdana ini, terdapat 80 paper dari 216 pemakalah/penulis, dan hampir 60 participant (non pemakalah) yang bergabung dalam conference ini.

Kegiatan conference ini terbagi menjadi tiga termin. Pertama, pembukaan. Conference ini diberi pengantar hangat oleh Kaprodi PBA UMM, Mochammad Firdaus, B.Ed., M.Ed., yang menegaskan pentingnya ALFIS sebagai wadah kolaborasi global dalam memperkuat kajian dan pengajaran bahasa Arab di era modern. Pada sambutannya, ia menekankan bahwa bahasa Arab terus berkembang sebagai pintu peradaban, ilmu pengetahuan, dan diplomasi antarbangsa. Kemudian dibuka oleh Wakil Dekan I FAI, Muhammad Arif Zuhri, Lc., M.H.I.

Termin kedua, seminar utama oleh keynote speakers dengan menghadirkan lima pembicara kunci yang merupakan akademisi terkemuka dari berbagai negara.
Para pembicara tersebut ialah Prof. Dr. Abdul Haris, MA (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia), Prof. Dr. Sholeh ibn Abdullah ibn Muhammad Al-Tsasthri (Al Malik Khalid Al-Asykariyah, Arab Saudi), Prof. Dr. Saeed Hiwaya Allah Ahmed (King Khalid Military Academy, Sudan), Dr. Achmad Yani (Sultan Sharif Ali Islamic University [UNISSA], Brunei Darussalam), dan Prof. Dr. Daud Abdul-Quadir Elega (Al-Madinah International University (MEDIU), Malaysia).

Kelima narasumber ini memberikan pandangan luas tentang masa depan bahasa Arab dalam pendidikan, teknologi, diplomasi, hingga dinamika global yang menuntut inovasi berkelanjutan. Para peserta diajak untuk melihat bahasa Arab bukan hanya sebagai objek studi, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk membangun kolaborasi internasional.

Pada termin ketiga, conference berlanjut pada pukul 13.00 WIB dengan presentasi paper internasional yang melibatkan mahasiswa dari beragam universitas dan lembaga pendidikan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Para pemakalah menyampaikan kajian yang berfokus pada pembelajaran bahasa Arab, linguistik, dan sastra, disertai pendekatan-pendekatan terbaru yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Secara keseluruhan, 1st ALFIS 2025 berhasil menciptakan atmosfer akademik yang hangat, produktif, dan kolaboratif. Forum ini menjadi sarana penting dalam memperkuat jejaring ilmiah internasional, memperkaya pengetahuan peserta, serta mendorong lahirnya inspirasi baru terkait arah masa depan bahasa Arab. Melalui kegiatan ini, harapan terhadap munculnya terobosan-terobosan baru dalam kajian bahasa Arab semakin terbuka lebar, sekaligus mengukuhkan komitmen bersama dalam memajukan disiplin ini di tingkat global. [NS & ATy]