PBA UMM News – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang menerima kunjungan edukatif dari Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Patean Kendal pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB di Aula GKB III Lantai 6 UMM tersebut, dihadiri oleh sekitar 90 santriwati dan 7 asatidzah yang antusias untuk mengenal lebih dekat dunia perkuliahan, khususnya di lingkungan Prodi PBA UMM.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Direktur Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Patean Kendal, Ust. Suyono, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh keluarga besar PBA UMM. Beliau berharap kunjungan ini dapat menjadi sarana bagi para santriwati untuk memperluas wawasan serta menumbuhkan motivasi dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Selanjutnya, Ketua Program Studi PBA UMM, Mochammad Firdaus, B.Ed., M.Ed., menyampaikan sambutan sekaligus memperkenalkan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh Prodi PBA UMM. Sambutan kemudian ditutup oleh Dekan Fakultas Agama Islam UMM, Dr. Imamul Hakim, S.E., M.Sh., sekaligus membuka kegiatan kunjungan edukatif, yang memberikan pesan inspiratif mengenai pentingnya menyiapkan generasi unggul yang mampu bersaing di era global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Memasuki sesi utama, para santriwati mendapatkan pemaparan mengenai Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UMM. Dalam kesempatan tersebut, PBA UMM berupaya menafikan anggapan bahwa bahasa Arab merupakan bidang ilmu yang sulit dan menakutkan untuk dipelajari. Melalui berbagai inovasi pembelajaran, program akademik yang kreatif, serta beragam kegiatan pengembangan diri, PBA UMM menghadirkan pengalaman belajar bahasa Arab yang menyenangkan, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Salah satu keunggulan yang menjadi perhatian santriwati adalah hadirnya kelas profesional Center of Excellence (CoE) Penerjemah Bahasa Arab. Program ini menjadi pembeda yang kuat dibandingkan program studi serupa di berbagai perguruan tinggi lainnya. Melalui CoE Penerjemah, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi guru atau pendidik, tetapi juga memiliki peluang untuk berkarier sebagai penerjemah profesional, praktisi bahasa, hingga tenaga ahli yang siap bekerja di berbagai agensi industri bahasa.

Setelah sesi pemaparan berakhir, rombongan diajak berkeliling menikmati lingkungan Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang yang dikenal asri, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran. Kunjungan edukatif ini menjadi lebih dari sekadar agenda silaturahmi. Kegiatan tersebut menghadirkan ruang inspirasi bagi para santriwati untuk mengenal lebih dekat dunia perguruan tinggi sekaligus membuka cakrawala baru bahwa bahasa Arab bukan hanya tentang pembelajaran di kelas, tetapi juga tentang peluang, profesionalitas, dan masa depan yang luas. [NS & ATy]